Surat Untuk Ayah

Seorang mahasiswa semester akhir menulis surat kepada ayahnya:

Ayah,
Saya merasa tidak selesa kerana terus menerus menulis surat kepada ayah untuk meminta wang. Saya merasa malu dan sedih. Saya ingin meminta wang sebanyak Rm1000 dari ayah, walaupun setiap bahagian tubuh saya memberontak. Saya meminta dengan tulus dari hati saya yang paling dalam, ayah maafkan saya.

Salam dari anakanda,
Sarip.

p/s Saya merasa berat hati untuk mengirimkan surat ini, jadi saya cuba untuk mengejar posmen yang mengambil surat ini dari dalam peti surat. Saya ingin mengambil kembali surat ini dan membakarnya, kerana surat ini pasti menyusahkan hati ayah. Saya berdoa dalam hati agar saya dapat semula surat ini, tapi sudah terlambat.


Beberapa hari kemudian dia menerima balasan surat dari ayahnya yang mengandungi ayat yang ringkas,

Untuk Sarip,
"Nak, doamu sudah dimakbulkan. Suratmu tidak pernah ayah terima"

Dari Ayahmu.

No comments:

Post a Comment

Disclaimer

None of the audio/visual content is hosted on this site. All media is embedded from other sites such as Google Video, YouTube, Megavideo, etc. Therefore; this site has no control over the copyright issues of the streaming media.

All issues concerning copyright violations should be aimed at the sites hosting the material. This site does not host any of the streaming media and the owner has not uploaded any of the material to the video hosting servers. Anyone can find the same content on Google Video or YouTube by them selves.

The owner of this site cannot know which movies, documentaries or cartoons are in public domain, which has been uploaded to e.g. google video by the owner and which has been uploaded without permission, and is therefore willing to remove any violating material immediately upon request. The copyright owner must further contact the source if he wants his material off the Internet completely.